Selasa, 15 Desember 2009

Acer Aspire Z5610: PC Desktop Era Layar Sentuh


Jakarta - Sebuah All in One Desktop baru dari Acer telah dijajal detikINET. Bentangan layar 23 inchi dikombinasikan dengan prosesor Core 2 Quad serta fitur layar sentuh dengan OS Windows 7 mengundang yang melihat untuk mencoba.

Saat pertama kali melihat desktop ini, detikINET kembali teringat seri desktop all-in-one dari Lenovo berbasis Intel Atom yang bernama C300. Jika C300 hanya dapat digunakan untuk hiburan dan produktifitas kelas ringan, tidak dengan Acer Aspire Z5610. Pasalnya All-in-one desktop ini memiliki spesifikasi yang cukup tinggi untuk ukuran all-in-one desktop.

Acer Aspire Z5610 kini telah dilengkapi layar sentuh sebesar 23 inchi, memori RAM 4GB, prosesor Intel Core 2 Quad Q8400, grafis ATI Mobility Radeon HD 4570, serta hardisk 750 GB. Sayang desktop besar ini tak dilengkapi modem.

Dilihat dari bentuknya, all-in-one desktop ini terasa elegan dengan balutan warna perak di semua bagian, kecuali bagian tengah belakang yang berwarna merah gelap. Yang membuat Aspire Z5610 lebih futuristik adalah karena lampu LED berwarna putih yang menyala antara batas speaker bawah dan monitor, serta bagian pijakan kaki. Dengan sorotan cahaya putih tersebut, membuat kesan seolah-olah desktop layar besar ini mengambang. Menambah keasyikan mengoperasikan Aspire Z5610 dalam kondisi cahaya ruang yang minim, bahkan gelap sekalipun.

Tampilan Acer Aspire Z5610

Di bagian atas terdapat tombol power, HD webcam serta dual mikrphone, yang masing-masing terletak di sisi kanan dan kiri webcam. Saat dijajal detikINET, kualitas HD webcam-nya pun cukup lumayan untuk mengenali gerakan pengguna melalui salah satu aplikasi bawaan Acer.

Di bagian belakang desktop ini terdapat 4 buah USB port, Keningston Lock Slot, port audio out, IR port, eSATA port, serta power port. Di sebelah kiri desktop berlapis warna perak ini masih ada lagi 2 port USB, serta BCAS reader (Khusus SKU Jepang).

Sementara di sisi kanan terdapat optical disc drive yang di bawahnya terdapat card reader serta jack mic/phone. Masih ada sebuah tombol lagi yang berfungsi menyalakan seluruh lampu LED di tubuh Acer Aspire Z5610 yang menambah tampilan desktop perak tersebut tambah 'bersinar'. Namun saat dijajal detikINET hampir sekitar 1 hari, terasa hawa panas di bagian belakang desktop. Penyebabnya mungkin sirkulasi udara yang kurang merata.

Touch Portal Menarik, On-Screen Keyboard Tidak

Bagian yang paling menarik dari desktop ini tak lain adalah interaksi jari-jemari tangan kita, saat menyentuh monitor tersebut dan menggerakkan tiap-tiap aplikasi di dalamnya. Saat dicoba detikINET, dengan gestur layar sentuh yang mensupport 2 jari, pengoperasian tiap-tiap apikasi terasa sangat responsif dan tidak menemui masalah apapun. Misalnya saat digunakan untuk menggeser, memutar, atau melakukan zooming di sebuah aplikasi. Adanya Acer Touch Portal yang ada seakan menambah nilai plus desktop ini.

Acer Touch Portal sendiri adalah portal yang menyediakan berbagai hiburan ke dalam satu wadah. Saat diamati, Touch portal pada versi desktop ini berbeda dengan versi notebook pada Acer Aspire 5738PG. Jika desain portal versi notebook berbentuk rak yang menyediakan banyak aplikasi untuk di drag ke tengah layar, versi desktop ini menampilkan papan kayu dimana diatasnya tersebar berbagai aplikasi untuk dijalankan. Unik memang.

Secara umum touch portal memang asyik digunakan, terlebih untuk segala macam fitur hiburan yang ada di dalamnya. Namun jangan coba-coba mengetik menggunakan on-screen keyboard (keyboard virtual layar sentuh) untuk mengetik sebuah dokumen. Bagi yang belum terbiasa, pasti akan sangat susah untuk mencoba mengetik sebuah artikel misalnya, dengan virtual keyboard tersebut. Apalagi bagi pengguna yang memiliki jemari relatif besar. Dijamin susah mengetik.

Mungkin di masa lalu, fitur layar sentuh hanya dapat dijalankan dengan 1 gestur jari saja. Kini dengan multi-touch gesture, pengguna dapat menggerakan seluruh jemarinya untuk mengoperasikan PC layaknya mouse. Terkait hal ini, Microsoft pun membenamkan fitur bernama Surface Globe, yang memungkinkan pengguna 'menjelajahi' seluruh penjuru dunia dengan jari-jari mereka. Saat dijajal detikINET, akselerasi serta efek bola bumi, yang fungsinya hampir sama dengan Google Earth ini terasa mulus, semulus aplikasi pada iPod milik Apple.

Performa Audio dan Video

Dengan grafis ATI Mobility Radeon HD 4570 (512 MB) Acer Aspire Z5610 terbukti tak menemui kendala apapun dalam menjalankan format film HD. Selain itu suara yang dihasilkan dari speaker stereo 5W yang terletak di bagian bawah juga lumayan. Tidak terkesan kering dan hampa. Dengan tambahan port headphone, microphone serta port audio-out terkait, dekstop berwarna perak dari Acer ini memang unggul dalam hal sarana hiburan. Bahkan bagi pengguna yang ingin melakukan video conference atau ber-webcam ria, pasti akan puas dengan tampilan layar sebesar ini.

Kesimpulan

Kombinasi dari desain serta fitur multimedia yang unggul mungkin adalah salah satu alasan jika ingin meminang desktop all-in-one terbaru dari Acer ini. Desktop ini bisa menjadi salah satu sarana hiburan bagi keluarga yang mengasyikan. Misalkan diletakkan di ruang keluarga, untuk saling berbagi sarana hiburan antara anak dan orangtua.

Walau mengusung konsep layar sentuh yang sangat user friendly dan mudah dioperasikan, Acer juga menambahkan keyboard serta wireless mouse dalam box Aspire Z5610, sehingga memberikan pilihan bagi pengguna dalam berinteraksi dengan desktop tersebut. Untuk masalah harga, Acer membanderolnya dengan kisaran US $1399.

Kelebihan:
+ Layar Besar.
+ Tidak terlalu makan tempat.

Kekurangan:
- Sirkulasi udara kurang merata. ( fw / faw )
Sumber: http://www.detikinet.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar